Palembang - Hasil pantauan di sejumlah pasar tradisional Palembang menunjukkan adanya lonjakan harga kebutuhan dasar menjelang Ramadan. Tekanan harga ini merata pada sektor protein dan bumbu dapur, di mana harga ayam potong, ikan, dan cabai tercatat mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Hasil observasi di Pasar 10 Ulu menunjukkan bahwa cabai setan dan ikan potong menjadi komoditas dengan kenaikan harga tertinggi. Masalah minimnya pasokan serta kendala cuaca diidentifikasi sebagai faktor utama yang mendorong mahalnya kedua bahan pangan tersebut saat ini.
Seorang pedagang cabai bernama Heni (42) menyebutkan bahwa tren kenaikan harga melanda hampir semua varian cabai. Lonjakan paling signifikan terjadi pada jenis cabai setan, yang kini dibanderol seharga Rp 76.000 per kilogram, meningkat drastis dari harga rata-rata yang biasanya berada di angka Rp 60.000.
"Cabai merah keriting naik menjadi Rp 48.000 hingga Rp 52.000 per kilogram dari harga normalnya Rp38.000," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dampak kenaikan harga ini sedikit teredam oleh distribusi Program Keluarga Harapan (PKH). Kehadiran bantuan sosial ini memberikan stimulus bagi daya beli warga, sehingga pasar tetap ramai dikunjungi pembeli walaupun harga sejumlah komoditas sedang melambung.
Di Pasar 10 Ulu, komoditas ayam potong turut mengalami inflasi harga, di mana saat ini dijual seharga Rp 36.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 34.000. Rosita (52) memperkirakan situasi ini belum akan mencapai titik stabil; sebaliknya, ia mengkhawatirkan harga akan menembus angka psikologis Rp 40.000 per kilogram seiring dengan meningkatnya permintaan di bulan Ramadan.
Ia menambahkan bahwa selain dipengaruhi oleh momentum hari besar, lonjakan harga ini kerap disebabkan oleh terputusnya rantai pasokan atau kekosongan stok di tingkat distributor.
Kenaikan harga turut dirasakan pada komoditas ikan di pasar. Menurut Ruslan, seorang pedagang ikan, jenis ikan sarden dan bawal mengalami lonjakan sebesar Rp 5.000, sehingga kini dibanderol seharga Rp 30.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp 25.000 per kilogram.
"Stoknya sedikit karena cuaca buruk di laut, gelombang besar jadi orang susah nyaring (ikan). Harga bisa naik lagi nanti pas Ramadan," ujar Ruslan.
Harapan akan stabilnya harga kebutuhan pokok terus disuarakan oleh para pedagang guna menjaga ritme transaksi di pasar. Kepastian harga sangat diperlukan agar antusiasme belanja warga tetap konsisten dan tidak mengalami penurunan akibat inflasi musiman menjelang bulan puasa.
Ekonomi
Stabilitas Harga Pangan di Palembang Terganggu Seminggu Sebelum Bulan Puasa