Oktober 2025: APBN Sumsel Kian Solid, Pendapatan Menguat dan TKD Naik

Oktober 2025: APBN Sumsel Kian Solid, Pendapatan Menguat dan TKD Naik

Palembang, 18 November 2025 – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sumatera Selatan hingga Oktober 2025 menunjukkan tren positif. Data terakhir memperlihatkan pendapatan negara meningkat signifikan, transfer ke daerah (TKD) naik, dan indikator ekonomi daerah menunjukkan perbaikan, meski belanja pemerintah pusat masih dikendalikan melalui efisiensi anggaran.

Hingga Oktober, pendapatan negara mencapai Rp12,12 triliun, atau 68,81% dari target, naik dari Rp10,68 triliun pada September. Kenaikan ini terutama ditopang oleh penerimaan pajak dan kepabeanan. Penerimaan pajak tercatat Rp9,44 triliun, tumbuh 9,4% yoy, lebih tinggi dari capaian September sebesar Rp8,25 triliun. Peningkatan ini didorong implementasi coretax serta naiknya setoran PPN dan PPh Badan dari sektor kelapa sawit dan karet. Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp392,75 miliar, meningkat 69,84% yoy, sementara PNBP tercatat Rp2,29 triliun, termasuk performa baik dari PNBP lelang.

Belanja negara hingga Oktober tercatat Rp38,36 triliun, naik dari Rp34,27 triliun pada September. Belanja Kementerian/Lembaga meningkat menjadi Rp10,08 triliun, namun secara tahunan masih terkontraksi 28,42% yoy akibat efisiensi belanja barang dan modal. Belanja modal sebagian tertahan karena penundaan anggaran, sementara belanja bantuan sosial terus meningkat, terutama untuk program KIP Kuliah dan ATENSI Kemensos.

Transfer ke Daerah (TKD) tetap menjadi penopang utama pembangunan daerah, dengan realisasi mencapai Rp28,28 triliun, naik dari Rp25,59 triliun pada September dan tumbuh 3,28% yoy. Dana Bagi Hasil (DBH) tercatat Rp10,25 triliun, naik 23,12%, sementara Dana Alokasi Umum (DAU) meningkat menjadi Rp11,60 triliun.

Indikator ekonomi Sumsel juga membaik. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,20% yoy, inflasi stabil di 3,49%, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,69%, dan angka kemiskinan menurun ke 10,15%. Gini Ratio tercatat 0,311, dan Nilai Tukar Petani naik menjadi 130,58.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) seluruh pemerintah daerah tumbuh dibanding September, meski belanja daerah baru terealisasi 55,23%, masih perlu percepatan, khususnya pada belanja modal. Kementerian Keuangan melalui berbagai unit terus memperkuat sinergi pusat-daerah untuk optimalisasi pendapatan, kualitas belanja, percepatan TKD, dan penguatan ekonomi lokal.

Momentum positif Oktober 2025 ini menjadi dasar optimisme bagi kinerja APBN Sumsel menjelang akhir tahun, seiring upaya pemerintah pusat dan daerah menjaga stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi.

Tentang Penulis

Ahmad

Ahmad

Jurnalis Politik