BATURAJA - Memasuki periode menjelang ramadhan 1447 H, sejumlah harga bahan pokok di Baturaja mulai menunjukkan tren kenaikan. Lonjakan paling tajam terlihat pada komoditas cabai rawit yang kini harganya telah menyentuh angka Rp 80 ribu per kilogram.
Pantauan di Pasar Baru Baturaja, kabupaten OKU menunjukkan tren kenaikan harga pada hampir seluruh komoditas pangan. Selain cabai rawit, cabai merah keriting juga naik menjadi Rp 52.000/kg. Sementara cabai burung dan cabai Padang kompak menyetuh angka Rp 70.000/kg. Tak hanya bumbu dapur seperti bawang merah dan putih yang kompak naik ke harga Rp 52.000/kg.
Kenaikan juga merata pada sektor protein; daging ayam broiler naik menjadi Rp 45.000/kg dan telur ayam ras merangkak ke angka Rp 30.000/kg. Sementara itu, harga daging sapi terpantau stabil tinggi di angka Rp 145.000/kg.
Pada Kelompok sayur-sayuran pun mengalami kenaikan rata-rata Rp 2.000. Tomat kini dijual seharga Rp 10.000/kg, Sementara ketimun dan sawi hijau masing-masing berada di angka Rp 8.000/kg. Komoditas pokok lainnya seperti gula pasir curah dibanderol Rp 17.000/kg dan minyak goreng kemasan premium mencapai Rp 27.600 per liter.
Kondisi ini memicu keluhan dari para ibu rumah tangga di Baturaja Timur. Akibat mahalnya harga cabai rawit, warga terpaksa membatasi pembelian. "Biaso nak puaso hargo-hargo naik galo," ujar salah seorang pembeli yang terpaksa membeli cabai alakadarnya untuk bahan cuka.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab OKU melalui Disperindag berencana menggelar Operasi Pasar Murah guna menekan inflasi. Kabid Pengembangan Perdagangan, Irfan Maradona SIP MM, menyatakan bahwa TPID bersama Bupati OKU juga akan turun langsung melakukan sidak pasar dalam waktu dekat untuk memastikan kestabilan harga.
Ekonomi
Harga Cabai Rawit di Baturaja Melonjak hingga Rp 80 Ribu per Kg